"Itu adalah keputusan staf untuk tidak melakukan man-to-man pressing dan sesekali menyisakan ruang di lini belakang dan coba merebut bola. Namun terkadang, jika Anda terlalu banyak memberikan penguasaan bola pada tim-tim seperti ini, mereka justru menjadi percaya diri," ujarnya kepada TNT Sports.

Saat ditanya apakah Carrick menerapkan taktik yang keliru, Fernandes menambahkan: "Itu adalah wewenang manajer dan staf untuk menilainya, bukan saya. Terkadang, Anda harus lebih berani saat berada di bawah tekanan, mengambil risiko dengan melakukan pressing tinggi agar lawan merasa tidak nyaman."

Dalam jumpa pers usai laga, Carrick dimintai pendapat soal komentar Bruno. Meski ia sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas performa tim, namun ia juga mempertanyakan kinerja anak buahnya.

"Kami sebenarnya menerapkan skema half-pressed man-to-man di babak kedua, namun kami justru kebobolan karena hal itu," ujar Carrick, dikutip ESPN.