NADIKABAR.COM — Produsen baterai asal China, CATL kembali memperluas ekosistem truk berat listrik melalui teknologi Dual-Electric Range Extender dan pengembangan jaringan penukaran baterai Qiji untuk meningkatkan efisiensi operasional kendaraan niaga.

CarnewsChina pada Selasa (20/10) waktu setempat, melaporkan bahwa teknologi tersebut, bakal menggabungkan baterai utama yang dapat ditukar dengan baterai tambahan untuk menjaga ketersediaan daya saat kendaraan beroperasi.

Sistem dengan arsitektur “A+B” itu menggunakan baterai utama berkapasitas 432 kWh atau 513 kWh yang dipasang di bagian bawah kendaraan, serta baterai tetap berkapasitas 77 kWh sebagai sumber energi tambahan.

Ketika daya baterai utama menurun hingga tingkat pengisian 5 persen, sistem dapat beralih menggunakan baterai tambahan.

CATL menyebut proses penukaran baterai dapat dilakukan dalam lima menit. Perusahaan memperkirakan sistem tersebut dapat menghemat biaya pengguna lebih dari 460.000 yuan atau sekitar 68.700 dolar AS selama tiga tahun dibandingkan truk diesel.