NADIKABAR.COM — Polisi mengungkap isi rekaman CCTV di dalam bungalow yang menjadi TKP penemuan tiga jasad di Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Dari rekaman yang dihimpun, polisi melihat ada upaya dari SDJ (56) mengakhiri hidup kedua anaknya, ADS (6) dan LKS (4) sebelum mengakhiri nyawanya sendiri.
Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo Simatupang mengungkap mulanya ada suara keributan dan terdengar jeritan dari anak laki-laki, ADS. Keributan itu membuat anak perempuannya, LKS mencoba berlari untuk kabur dari ayahnya.
Sempat ada kejar-kejaran di ruang bungalow tim redaksi SDJ dan LKS yang ketakutan. Hal tersebut diduga lantaran LKS melihat kakaknya yang terlebih dahulu dibunuh oleh ayahnya.
"Jadi, dari visual CCTV kelihatan anaknya yang perempuan itu dilakukan pengejaran," ungkap Leonardo saat ditemui di Mapolda Bali, Selasa (15/9/2026).
Lebih lanjut, LKS disebut sempat berteriak "I love you, daddy" sambil berlari karena merasa takut terhadap ayahnya.
"Karena saat itu anaknya itu berlari-lari sampai dikejar-kejar, sampai menyampaikan 'I love you, Daddy, I love you, Daddy' gitu," imbuhnya.
Namun, LKS berhasil ditangkap oleh ayahnya dan dibawa ke kamar untuk diduga ikut dibunuh. Setelahnya, SDJ terlihat mengecek gudang untuk mencari tali. Tali biru yang ditemukan oleh SDJ diduga digunakannya untuk mengakhiri nyawanya dengan gantung diri.
Namun sebelum melakukan gantung diri itu, pria asal Freemantle, Australia, itu sempat membalikkan kamera CCTV yang ada di ruangan.
"Kalau dari CCTV ya yang kita lihat bahwa ada kesengajaan suami juga untuk menurunkan CCTV yang ada di ruang tamu," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi menemukan SDJ dalam keadaan tergantung di terali jendela dengan kondisi mengeluarkan sperma dan lidah yang terjulur. Sementara, kedua anaknya ditemukan tergeletak di lantai bungalow saat ditemukan pada Minggu (13/9/2026) lalu.