NADIKABAR.COM — Kematian Dion (27), pemuda asal Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, menyisakan sederet kejanggalan. Sejumlah fakta baru mulai terkuak setelah jasad korban dimakamkan.

Alek Sukardi, tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Karyamulya, menyebut Dion adalah anak yatim yang tinggal berdua dengan ibunya.

"Ayah korban sudah meninggal, dia anak bungsu yang belum bekerja dan berkeluarga kebetulan tinggal sama ibunya," kata Alek, saat dihubungi NadiKabar, Selasa (1/9/2026).

Jasad Dion ditemukan di saluran irigasi persawahan pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Lokasi penemuan tak jauh dari kediamannya. Saat itu, warga langsung membawa jenazah ke rumah duka untuk segera dimakamkan. Padahal, pihak kepolisian dan Alek sudah menyarankan autopsi sejak awal.

"Pada saat ditemukan itu oleh warga tidak menunggu polisi, langsung dibawa ke rumahnya. Padahal saya mendampingi anggota polsek menyarankan untuk dilakukan autopsi, namun pihak keluarga yaitu paman korban menolak dan ingin langsung memakamkan korban," jelas Alek.

Karena penolakan tersebut, paman korban menandatangani surat pernyataan tidak bersedia autopsi. Namun, suasana berubah saat acara tahlilan malam pertama. Seorang warga tiba-tiba kesurupan dan berteriak bahwa Dion dibunuh.