NADIKABAR.COM — Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Dhinda Amartya Pratiwi gagal melaju ke final Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari wakil China Xu Wen Jing akibat penampilannya terganggu cedera jari kaki kanan.
Pada pertandingan semifinal di GOR Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu, Dhinda menyerah dua gim langsung dengan skor 12-21, 12-21.
"Sejak Jumat (23/10) malam, jari kelingking kaki kanan saya mengalami peradangan akibat kapalan dan terasa sakit saat digunakan untuk berjalan maupun menapak," kata Dhinda seusai pertandingan.
Dhinda mengatakan telah mendapatkan penanganan tim medis dan arahan pelatih untuk bermain lepas tanpa beban. Namun, kondisi tersebut tetap membatasi pergerakannya di lapangan.
Ia mengaku kesulitan mengejar bola dan meningkatkan kecepatan karena kaki kanannya menjadi tumpuan utama saat bermain.
"Maklum, buat menapak saja terasa sakit," ujarnya.
Dhinda juga mengakui kualitas permainan Xu Wen Jing yang unggul dalam jangkauan, kecepatan, serta variasi serangan, terutama pukulan lob yang dalam dan pukulan jatuh (drop shot) yang tajam.
Pertandingan tersebut merupakan pertemuan keempat kedua pemain. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Dhinda belum pernah meraih kemenangan.
"Pertandingan ini menjadi pertemuan keempat saya. Pada pertemuan pertama di World Junior Championships (WJC) 2024, saya kalah dua gim langsung. Kemudian, kembali bertemu di Riau dan kalah dalam tiga gim. Pada pertemuan ketiga, saya memutuskan mundur (retired) karena sakit pinggang," katanya.
Meski gagal melaju ke final, Dhinda menilai dirinya masih berpeluang memberikan perlawanan lebih baik apabila tidak terkendala cedera.
Ke depan, ia berencana meningkatkan kekuatan pukulan dan kecepatan gerak kaki untuk menghadapi lawan dengan postur tubuh lebih tinggi.
Dhinda juga akan lebih memperhatikan kesehatan kakinya karena mudah mengalami kapalan dan lecet.
"Saya akan lebih memperhatikan kondisi kaki agar tidak kembali menghambat penampilan," ujarnya.
Pada partai final, Xu Wen Jing akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara wakil Indonesia Mutiara Ayu Puspitasari dan wakil Hong Kong Lo Sin Yan Happy.