Karena itu, BPGMN akan mengawali program restorasi dengan memetakan jaringan kanal dan menentukan lokasi pembangunan sekat kanal untuk mempertahankan tinggi muka air serta menjaga kelembapan gambut.
Satyawan mengatakan pihaknya akan memetakan sekitar 500 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) sebagai dasar penyusunan langkah pemulihan ekosistem.
Meski demikian, ia mengakui BPGMN belum menetapkan target luas lahan yang akan dibasahi kembali maupun jumlah sekat kanal yang akan dibangun.
"Yang kita harapkan ada penurunan secara gradual, yang dulunya terbakar terulang tidak lagi terbakar. Lalu ada sekitar 500 sekitar Kesatuan Hidrologis Gambut itu akan kita petakan," ujarnya.
Selain pemulihan kondisi hidrologis, BPGMN akan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan gambut berkelanjutan melalui pengembangan komoditas yang sesuai dengan karakteristik ekosistem setempat.