NADIKABAR.COM — Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) memprioritaskan pemulihan kebasahan ekosistem gambut melalui pemetaan kanal dan pembangunan sekat kanal guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPGMN Satyawan Pudyatmoko seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memperkuat pengelolaan gambut dan perlindungan mangrove.
"Gambut terbakar karena ada upaya untuk mengubah sifat alami gambut, dari yang sifatnya basah dan lembap menjadi kering. Ini adalah problem utama dalam pengelolaan gambut di Indonesia. Sehingga, yang akan kita lakukan bersama (Waka BPGMN) Pak Sriyanto, pertama, tentu akan membuat 'plan' untuk kembali membuat gambut menjadi lembap dan basah," kata Satyawan.
Ia menjelaskan salah satu penyebab mengeringnya ekosistem gambut adalah pembangunan kanal, termasuk untuk kepentingan perkebunan, yang dapat mengurangi kemampuan gambut menyimpan air.
Menurut dia, kondisi tersebut meningkatkan kerentanan gambut terhadap kebakaran, terutama ketika memasuki musim kemarau.