NADIKABAR.COM — Bumble akan memiliki pemilik baru. Aplikasi kencan tersebut mengumumkan telah menyetujui kesepakatan akuisisi senilai USD 1,3 miliar (Rp 23 triliun) dengan Ithaca Holdings, menandai perubahan besar bagi perusahaan yang dulunya terlihat sebagai salah satu kisah sukses terbesar dalam dunia kencan online.

Kesepakatan ini akan menjadikan Bumble perusahaan tertutup (go private) setelah bertahun-tahun mengalami penurunan jumlah pelanggan, anjloknya pendapatan, dan meningkatnya tekanan untuk merombak pengalaman kencan online. Langkah ini dapat memberi Bumble kesempatan memulai babak baru, jauh dari tekanan pasar.

Didirikan tahun 2014 oleh Whitney Wolfe Herd, Bumble dikenal karena pendekatan unik di mana hanya pihak perempuan boleh memulai percakapan lebih dulu. Itu membantunya tampil menonjol di pasar aplikasi kencan. Mereka melantai di bursa saham pada tahun 2021 dengan valuasi sekitar USD 14 miliar (Rp 250 triliun).

Namun sejak itu, lanskap aplikasi kencan berubah signifikan. Bumble menghadapi penurunan jumlah pengguna berbayar, pendapatan melemah, serta meningkatnya ketidakpuasan terhadap model kencan berbasis swipe yang selama ini dikenal luas.