Perusahaan baru-baru ini melaporkan pendapatan kuartal kedua tahun 2026 sebesar USD 211 juta, turun 15,2% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara basis pengguna berbayarnya anjlok 16,4% menjadi sekitar 3,2 juta pengguna.
Dikutip NadiKabar dari Tech Crunch, akuisisi dilakukan menyusul peninjauan berbagai opsi strategis oleh komite independen dari dewan direksi Bumble, yang merekomendasikan transaksi tersebut.
"Di Ithaca, kami menemukan mitra yang sejalan dengan visi kami, percaya pada misi kami yang mengutamakan perempuan, dan berkomitmen untuk berinvestasi demi masa depan Bumble," ujar Wolfe Herd.
Menjadi perusahaan privat mungkin akan memberi Bumble lebih banyak fleksibilitas untuk bereksperimen dengan fitur baru dan melakukan perubahan tanpa harus mempertanggungjawabkannya ke investor pasar publik.