"Pembukaan kembali jalur pendakian akan ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi tingkat risiko kebakaran hutan, perkembangan kondisi musim kemarau, kondisi lapangan, serta arahan lebih lanjut dari Direktorat Jenderal KSDAE," ujar Abdul.

Sebagai informasi, TN Tambora adalah kawasan pelestarian alam seluas 71.645,64 hektare (Ha) yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfer Dunia. Kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa liar, seperti kakaktua kecil jambul kuning, nuri kepala merah, kirik-kirik australia, dan rusa timor.