Subhan meminta calon pendaki yang akan melaksanakan pendakian di TNGL agar dapat melakukan penjadwalan ulang. Dia juga mengimbau masyarakat, pengunjung dan pelaku penyedia jasa wisata pendakian serta pihak-pihak terkait agar dapat mematuhi kebijakan terkait penutupan sementara pendakian di gunung tersebut.
"Kemi mengimbau kepada seluruh calon pendaki, pengunjung dan pelaku jasa wisata pendakian untuk mematuhi ketentuan penutupan sementara ini demi keselamatan bersama dan perlindungan kawasan TNGL," ujar Subhan.
Sebelumnya, imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kementerian Kehutanan menutup sementara sembilan taman nasional sebagai upaya penanganan dan mengurangi risiko lebih parah.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengatakan sejumlah kawasan taman nasional juga mengalami karhutla. Kondisi itu membuat sumber daya untuk pemadaman harus ikut dikerahkan ke kawasan konservasi.