NADIKABAR.COM — Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) akan menggelar konferensi selama satu hari pada Oktober untuk membahas cara mengurangi korban sipil selama operasi tempur, demikian laporan The New York Times mengutip sejumlah sumber.

Acara tersebut akan digelar di markas CENTCOM di Tampa, Florida. Sejumlah analis intelijen militer, personel operasional yang bertanggung jawab memilih dan mengoordinasikan sasaran tempur, serta mantan penasihat Pentagon dan perwakilan organisasi hak asasi manusia diperkirakan akan berpartisipasi dalam konferensi itu, tambah laporan yang diterbitkan, Kamis (1/10).

Konferensi tersebut digelar di tengah kritik luas terhadap tindakan AS setelah kampanye militer selama tujuh bulan terhadap Iran. Menurut organisasi hak asasi manusia, jumlah korban tewas di kalangan warga sipil Iran telah melampaui 1.700 orang, termasuk 168 anak-anak dan 14 guru yang tewas dalam serangan terhadap sebuah sekolah di Kota Minab pada hari pertama pertikaian.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian memicu serangan balasan dari Iran.

Saat ini, konflik tersebut masih belum terselesaikan, tetapi kedua pihak tidak terlibat dalam pertempuran aktif dan AS mengandalkan tekanan ekonomi.

Eskalasi konflik tersebut praktis menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur pasokan utama bagi minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia.

Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan