"Jadinya karena memang mungkin baru pertama kali lari 42 kilo. Gak tahu gitu rasanya badan mungkin ada heartstroke-nya juga, mungkin badan juga ngerasanya kurang minum dan juga gak langsung makan protein, jadinya lemah banget waktu itu. Akhirnya aku ya gitu, blackout di depan kamar, jatuh," terangnya.

Momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat membekas bagi Acha Septriasa. Di satu sisi ia merasa bangga berhasil menembus batas kemampuan fisiknya, namun di sisi lain ia harus menghadapi konsekuensi kelelahan berat hingga jatuh pingsan.

"Itu pengalaman yang seru banget, lucu, tapi kayak di satu sisi sedih juga karena aduh ini selesaiin lari panjang dapat prestasi, tapi sudahannya blackout," bebernya.

Bintang film Qodrat 2 itu menjelaskan proses pemulihan dari maraton penuh memerlukan waktu yang tidak sebentar. Ia harus memberikan jeda istirahat yang cukup bagi tubuhnya sebelum kembali melakukan aktivitas olahraga berat.