"Saat berhenti bermain tenis, saya merasa sudah selesai. Padel awalnya hanya untuk bersenang-senang. Saya memang ingin mencoba bermain di turnamen FIP, tetapi tidak berpikir akan sampai ke Asian Games tahun ini," kata Beatrice.

Kesempatan tersebut kemudian membuat Beatrice kembali serius berlatih. Bersama Novela, ia menjalani persiapan intensif, termasuk berlatih di Spanyol demi menghadapi persaingan di Asian Games.

"Kami banyak berkorban untuk pergi ke Spanyol, berlatih, dan mempersiapkan diri untuk pertandingan ini. Jadi, setidaknya kami mendapatkan medali, dan itu sangat baik bagi kami," ujar Beatrice.

Medali perunggu tersebut menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Beatrice, terutama karena ia sebelumnya tidak berhasil membawa pulang medali ketika tampil di Asian Games melalui cabang olahraga tenis.

Ia juga merasa padel memiliki karakter yang sesuai dengan dirinya karena sama-sama menawarkan nomor ganda, yang menjadi nomor favoritnya ketika masih aktif sebagai petenis.

"Itulah sebabnya saya mulai bermain padel. Di tenis saya memang lebih menyukai ganda," kata Beatrice.

Ia mengaku menyukai permainan cepat dan aksi di depan net yang banyak ditemui dalam permainan ganda. Selain menyenangkan, Beatrice juga merasa padel memberikan manfaat terhadap kemampuan bermain tenisnya ketika masih aktif.