Dengan jumlah pelayanan yang sangat terbatas dalam sehari, para pelanggan pun rela bermalam di emperan bengkel. "Karena antrean itu kita batasi hanya 12 nomor antrean dalam satu hari. Nah, maka dari itu mereka untuk mendapatkan antrean itu rela nunggu dari malam hari," ujarnya."Sebenarnya nunggu dari malam hari itu bukan aturan dari saya. Saya juga enggak berani ngasih aturan harus nunggu dari malam hari karena kita tahu risiko. Terus pagi hari kita buka itu jam 5 pagi. Kenapa jam 5 pagi? Itu karena itu salah satu cara saya juga untuk ngimbangi konsumen saya yang sudah rela jauh datang ke sini, nunggu dari malam hari. Kita buka jam 5 pagi itu untuk ngimbangi supaya mereka enggak terlalu lama nunggu lagi," imbuhnya.Terkait nomor antrean tersebut sudah berlangsung sejak dahulu, kata Yono, dulunya awal tidak ada antrean karena bengkel masih sepi."Terus setelah bengkel diolah di media (medsos), meledak, Alhamdulillah antusias masyarakat banyak. Terus kita bikin regulasi, aturan. Sejak tahun 2023 akhir itu sudah mulai kita membikin sistem bahwa antrean harus ditata," ujarnya."Kalau enggak ditata, dengan ledakan konsumen seperti itu, kita yang nanti malah kacau, bengkel kita akan semrawut lah. Jadi antrean itu enggak ngambil nomor dari malam hari, enggak. Karena kita pakai sistem enggak pakai sistem bookingya. Kita enggak mau di-booking, kita cuman yang serius ke sini, kita bagikan di pagi hari," lanjutnya.

Meski banyak diminati oleh pelanggan, bengkel Pak Yono tidak buka setiap hari. Dalam seminggu, bengkel Pak Yono hanya buka selama empat hari saja, yakni Sabtu hingga Selasa. "Jadi di bengkel ini ada jadwalnya. Kita buka itu Sabtu, Minggu, Senin, Selasa untuk offline, pelayanan offline yang mana itu melayani langsung seperti ini," ujar Pak Yono."Hari Sabtu sampai Selasa. Terus hari Rabu-Kamis itu kita mengerjakan barang-barang yang ditinggal, shockbreaker yang ditinggal, dongkrak yang ditinggal, atau biasa kita ibaratnya itu online-nya. Enggak ada orang antri di sini hari Rabu-Kamis itu enggak ada. Karena kita fokus mengerjakan yang ditinggal, dan kita tidak menerima konsumen (datang langsung) pada waktu Rabu-Kamis," tegasnya.Yono mengatakan, untuk tiap hari Jumat digunakan untuk istirajat atau libur."Sengaja, Jumat (libur). Karena menurut saya, Jumat itu waktunya pendek. Kita baru prepare sebentar, harus persiapan salat Jumat kan," ujar dia."Terus kenapa Jumat enggak Minggu? Karena Sabtu-Minggu itu kita memberikan kesempatan untuk orang-orang yang libur kerjanya itu cuma Sabtu-Minggu. Jadi kita bisa melayani," tambahnya.