Peserta asal Papua Tengah juga digembleng di Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) kabupaten. Sebab, jarak tim redaksi kabupaten satu dan lainnya dinilai jauh.

"Kami mempercayakan kepada LPTQ-LPTQ kabupaten untuk membina mereka. Karena kan kami di pihak provinsi jauh ke masing-masing kabupaten," tuturnya.

Seorang peserta asal Papua Tengah, Zalfa Zahiyah Putri (20), mengikuti lomba MTQ Nasional 2026 cabang Musabaqah Hapalan Al-Qur'an Golongan 5 Juz dengan Tilawah. Dia pun menghapal Al-Qur'an di sebuah pondok sejak SMP.

Putri telah siap berlomba bahkan sejak sebelum seleksi tingkat provinsi dimulai. Artinya, sudah lima tahun dia menggeluti hapalan Al-Qur'an dan tilawah.

Bagi Putri, menghapal dan melantunkan Al-Qur'an dengan tilawah begitu menantang. Ada dua kali sesi pertanyaan yang bakal dilontarkan saat lomba.

"Sudah pasti lebih menantang, ya, Mas. Soalnya sudah tilawah, terus nanti dikasih pertanyaan lagi. Jadi dua kali deg-degan kitanya," ungkap Putri.

Putri juga menjalani puasa sunnah Senin dan Kamis untuk persiapan mengikuti MTQ Nasional 2026. Dia juga rela untuk menyisihkan banyak waktu bermainnya.

"(Untuk persiapan) Puasa Senin Kamis. Terus juga waktu mainnya dikurangin dengan teman-teman. Jadi waktu dengan teman-teman saya tuh otomatis berkurang, jadi lebih lebih ke banyak waktu sendiri buat menghafal (Al-Qur'an)," kisahnya.

Adapun perjalanan Putri mempelajari tilawah Al-Qur'an dimulai dari inspirasi kakaknya. Kakaknya juga pernah menjuarai lomba tilawah.