Perubahan jadwal membuat tim harus menyesuaikan berbagai kebutuhan logistik dan administrasi. Dalam kondisi tersebut, koordinasi dengan Bea Cukai menjadi bagian penting dalam penyelesaian proses keberangkatan.
Memen mengapresiasi asistensi dan koordinasi yang diberikan Bea Cukai dalam penyelesaian proses dokumen kepabeanan sehingga penyesuaian akibat perubahan jadwal kapal dapat dilakukan sesuai prosedur.
"Waktu itu kapal sempat delay, jadi kami harus menyesuaikan jadwal. Kami sangat terbantu dengan asistensi dan koordinasi dari Bea Cukai dalam penyelesaian proses dokumen keberangkatan. Komunikasinya sangat membantu kami memahami dan menyelesaikan proses yang harus dilakukan," kata Memen.
Dukungan tersebut juga mendapat apresiasi dari Adhang Noegroho Adhi selaku Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.
"Kami mendukung dan mengapresiasi Indonesia Cross Country Rally Team. Selain membawa nama harum Indonesia di event rally internasional, mereka layak menjadi contoh dan panutan sebagai tim yang tertib dan menaati aturan, dengan membawa barang keluar dan masuk selalu sama dari tahun ke tahun," ujar Adhang.
Setelah AXCR selesai, kendaraan dan perlengkapan kembali ke Indonesia dan menjalani proses kepabeanan.
Bea Cukai melakukan pemeriksaan terhadap kontainer yang tiba di Tanah Air. Kendaraan dan perlengkapan diperiksa serta dicocokkan kembali dengan data dan dokumentasi yang tercantum dalam ATA Carnet dan general list.
Proses tersebut penting untuk memastikan barang yang kembali sesuai dengan barang yang sebelumnya dibawa keluar dari Indonesia.
Setelah seluruh kewajiban kepabeanan diselesaikan sesuai ketentuan, proses penyelesaian ATA Carnet dan pengembalian jaminan kepada pemegang Carnet dapat dilanjutkan melalui mekanisme yang berlaku.
"Support dari Bea Cukai kami rasakan dari proses keberangkatan sampai barang kembali. Asistensi dan koordinasi yang diberikan sangat membantu kami dalam menyelesaikan proses dan memastikan semuanya berjalan sesuai prosedur," ujar Memen.
Motorsport Bukan Hanya Soal Balapan
Dari pengalaman tersebut, Memen menilai pembalap Indonesia yang ingin mengikuti kompetisi internasional perlu memahami bahwa motorsport memiliki ekosistem yang lebih luas daripada sekadar persiapan kendaraan.
Teknis, safety, shipping, dokumen, kepabeanan, hingga koordinasi logistik harus dipikirkan sejak awal.
"Jangan sampai kita hanya fokus membuat mobil bagus dan cepat, tapi lupa bagaimana cara membawa mobil itu keluar dan masuk kembali ke Indonesia. Semua harus dipikirkan dari awal," tutur Memen.
Memen berharap pengalaman ini dapat menjadi referensi bagi pembalap Indonesia lainnya yang ingin membawa kendaraan sendiri untuk berlaga di kompetisi internasional.
"Terima kasih kepada KADIN, dan Bea Cukai, yang setiap tahun selalu mendukung kami dalam mengikuti AXCR," tutup Memen.
Untuk AXCR 2026, kebutuhan logistik tim cukup besar. Total terdapat tiga kontainer yang diberangkatkan dari Indonesia.
Satu kontainer 40 feet digunakan untuk membawa Toyota Hilux Revo Memen Harianto, spare part, serta kebutuhan tim motor yang dipimpin Rudy Poa selaku leader tim sekaligus rider senior.