NADIKABAR.COM — Nama Nabil Loverino Misab mungkin sudah cukup dikenal di kalangan pencinta klub sepak bola Persebaya Surabaya. Pemain asal Surabaya tersebut merupakan salah satu atlet yang memperkuat Persebaya U-20.

Seperti pesepak bola pada umumnya, Nabil rutin menjalani latihan pada sore hari. Namun, sebelum turun ke lapangan, ia lebih dulu menjalani aktivitas sebagai mahasiswa. Nabil tercatat sebagai mahasiswa S1 Kedokteran di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Menjadi atlet sepak bola sekaligus mahasiswa kedokteran tentu bukan perkara mudah. Keduanya sama-sama membutuhkan waktu, tenaga, dan konsentrasi. Lantas, bagaimana Nabil menjalani dua peran tersebut dan membagi waktunya?

Keputusan Nabil menempuh pendidikan kedokteran tidak terlepas dari pengaruh keluarganya. Ayahnya merupakan seorang analis kesehatan, sementara dua kakaknya berprofesi sebagai dokter.

Kakak pertama Nabil bekerja sebagai dokter spesialis kandungan. Kakak keduanya merupakan dokter umum. Sementara itu, kakak ketiganya memilih profesi sebagai guru.

Lingkungan keluarga tersebut turut membentuk pandangan Nabil mengenai pilihan pendidikan dan masa depannya. Ia mengaku sempat merasa terpaksa ketika diarahkan untuk mengambil jurusan kedokteran.

"Pertamanya saya juga terpaksa. Tapi lama-lama sudah dijelaskan kalau kedokteran itu enak karena jenjangnya panjang, daripada main bola," kata Nabil, dikutip dari laman Unusa, Kamis (10/9/2026).

Seiring berjalannya waktu, pandangan Nabil terhadap pilihan tersebut pun berubah. Ia mulai melihat kedokteran sebagai pilihan yang juga sesuai dengan keinginannya. Menurutnya, karier sebagai atlet sepak bola memiliki masa yang lebih terbatas dibandingkan profesi dokter.