NADIKABAR.COM — Siti Nurhayati, ibunda Ilyas Salahuddin, salah satu anak buah kapal (ABK) yang disiksa di KM Maulana 23 menceritakan komunikasi dengan putranya. Saat ini Ilyas bersama tiga ABK korban lainnya masih dalam perawatan rumah sakit di Kepulauan Aru.

Hal itu disampaikan oleh Siti saat dikunjungi Kapolres pelabuhan Tanjung Priok Alrasyidin Fajri. Pada kesempatan itu, Siti menceritakan komunikasi terakhir dengan anaknya.

"Bagaimana keadaannya, Nak? Alhamdulillah baik, Umi, katanya gitu," kata Siti menirukan suara Ilyas, dalam keterangan pers Polres Pelabuhan Priok, Senin (5/10/2026).

"Terus apa yang sakit? Seluruh badan sakit, dia bilang. Terus apa lagi yang sakit? Telinga kiri saya tidak bisa mendengar, lalu perut saya sakit. Terus di bagian kaki juga masih ada sakit," sambung Siti.

Kepada Siti, Alrasyidin mengatakan keselamatan putranya beserta ABK yang lain menjadi prioritasnya. Pihaknya akan menuju ke Kepulauan Aru.

"Setelah kondisi korban membaik dan pemeriksaan oleh Polres Kepulauan Aru selesai, polisi akan fokus memulangkan seluruh korban dugaan penganiayaan ke Jakarta," sebutnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap kondisi terkini empat anak buah kapal (ABK) KM Maulana 23 yang sempat mengalami penganiayaan. Saat ini, kondisi keempat korban dilaporkan mulai membaik.

"Kondisi keempat korban dilaporkan mulai membaik dan mereka sudah dapat berkomunikasi dengan keluarga," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri.

Pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna menuntaskan penyelidikan dan memastikan keselamatan keempat korban penganiayaan.

"Selain dugaan penganiayaan, kepolisian kini mengembangkan kasus tersebut ke dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO)," ungkapnya.