NADIKABAR.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo kian meluas hingga merembet ke kawasan Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Meski pada Minggu (13/9) kondisi di Pos Jemplang sudah mulai kondusif, banyak warga yang masih terbayang dahsyatnya kobaran api pada Sabtu (12/9/2026) sore itu.

Salah satu pemilik warung di Jemplang, Nurwati (29), menceritakan detik mencekam saat api mulai mendekati area tempat usahanya pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 15.30 WIB. Kala itu, situasi di sekitar Pos Jemplang masih dipadati oleh pengunjung dan wisatawan yang tengah menikmati momen liburan.

"Awal kelihatan (api) itu jam 15.30 WIB. Pengunjung masih ramai, di atas juga masih ada tamu," kata Nurwati saat ditemui NadiKabar, Minggu (13/9).

Menurut Nurwati, api semula berada di area bawah bukit. Berdasarkan perkiraan awal warga setempat kala itu, perambatan api butuh waktu beberapa hari untuk sampai ke Pos Jemplang. Namun, angin kencang yang melanda kawasan tersebut mendadak membuat kobaran api menjalar jauh lebih cepat dari perkiraan.

"Sebenarnya katanya orang-orang, itu sampai sini sekitar tiga hari lagi. Jadi prediksinya enggak secepat itu. Tiba-tiba jam 15.30 WIB kok sudah sampai sini. Semua kaget dan panik," ujarnya.

Laju api yang makin mendekat hingga ke arah akses Ranu Pani membuat suasana kian mencekam. Nurwati dan sejumlah pedagang bahkan tak kuasa menahan tangis karena khawatir tempat usaha mereka ikut terbakar.