Disebutkan, orang tua Mozza menunggu dari magrib hingga sekitar pukul 21.30 WIB. Mereka juga sempat memutari gang tersebut.

"Kasihan itu naik ke atas, kembali ke titiknya di sini. Itu malam. Makanya saya nanya, 'kenapa kok ke sini kayak orang bingung. Saya lagi nyari anak saya, dia bawa motor. Sudah lama nggak pulang," tuturnya.

Didik melanjutkan, Very ternyata pernah meminjam lakban kepada tetangga kosnya saat terdengar cekcok di kamarnya. Pada momen itulah, diduga Very membunuh Mozza.

"Dari cerita tetangga kamarnya, saat itu terdengar keributan sesaat (di kamar yang disewa Very). Dia (tetangga kamar Very) pikir 'alah orang pacaran kamar sebelah'. Kalau tetangga kamar itu nggak paham persoalannya apa," kata Didik.

Saat terdengar kegaduhan, Very meminjam lakban ke tetangga kamarnya. Namun saat dikembalikan, lakban tersebut sudah habis.

"Setelah itu si pelaku pinjam lakban ke tetangga kamarnya. Lakban itu tahu-tahu habis," jelas Didik.