"Seperti ini perlu diadakan tiap tahun karena banyak pendatang yang bukan dari daerah sini bisa menikmati ketika kangen makanan khas daerahnya masing-masing," katanya.
Hal senada dikatakan penjual soto dan mendoan khas Sokaraja, Cahyo (27). Ia membawa bahan-bahan langsung dari Sokaraja dan menyediakan sekitar 150 porsi soto serta 140 mendoan.
"Untuk bahan-bahannya asli, kita langsung bawa dari Sokaraja tadi malam," ujar Cahyo.
Ia menjelaskan, ciri khas soto Sokaraja terletak pada bumbu kacangnya yang lebih dominan dan kental dibandingkan soto pada umumnya. Antusiasme pengunjung pun membuat 140 mendoan yang dibawanya ludes hanya dalam waktu setengah hari.
"Mendoan kita bawa 140, setengah hari sudah habis. Kalau untuk sotonya sebentar lagi juga mau habis," katanya.
Cahyo mengaku baru pertama kali mengikuti bazar tersebut. Ia senang melihat banyak pengunjung yang ternyata berasal dari Sokaraja dan sengaja mencari makanan khas daerah asalnya.
"Lebih ke flashback mungkin ya. Kalau kangen pulang kampung nggak bisa, bisa langsung makan di sini," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, selain kabupaten/kota di Jateng, terdapat UMKM dari Provinsi Jatim, Sumbar, Lampung, Banten, juga ikut serta dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Jateng.
"Kenapa ini penting, karena UMKM merupakan urat nadi daripada kegiatan masyarakat di tempat kita. Jumlahnya UMKM Jawa Tengah itu 4,8 juta yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, ini harus menjadi pembinaan kita," jelasnya.
"Mulai akses modalnya, kemudian dari segi pemasarannya termasuk packaging-nya sehingga mereka bisa berdaya guna. Maka secara tidak langsung ekonomi kerakyatan akan tumbuh dan berkembang," lanjutnya.