Dalam sebuah pertunjukan, terlihat kambing disembelih di atas sebuah altar yang dikelilingi lilin. Bagian bawahnya menampilkan pentagram terbalik, kepala kambing, lingkaran konsentris serta simbol yang menyerupai aksara Ibrani.

Sekilas, komposisi tersebut sangat mirip dengan Sigil of Baphomet, simbol yang lekat dengan ikonografi okultisme dan Satanisme modern.

Lantas, apa sebenarnya konsep pertunjukan tersebut?" tulis akun tersebut.

Menanggapi soal informasi tersebut, pemerintah Daerah segera berkoordinasi dengan MUI dan memanggil panitia.

"Dalam jangka waktu dekat ini, kami akan mengundang panitia, teman-teman panitia SKNC, untuk dilakukan klarifikasi sebenarnya apa yang terjadi di sana," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, saat ditemui di Pemkab Pekalongan, Senin (14/9).

Untuk mendapatkan pandangan lebih komprehensif, Pemkab Pekalongan juga berencana berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meminta masukan terkait persoalan tersebut.

"Kami segera koordinasi juga dengan MUI untuk meminta masukan," kata Yulian.

Perlu diketahui, Simbang Kulon Night Carnival 2026 merupakan kegiatan tahunan masyarakat Kelurahan Simbang Kulon. Tahun ini, karnaval diikuti 25 barisan yang berasal dari 25 musala yang ada di wilayah tersebut.