NADIKABAR.COM — Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dikenal sebagai Menlu perempuan pertama Indonesia. Ia bahkan menjabat selama dua periode, yakni pada 2014-2024.
Sebelum menjadi menlu, Retno mengantongi berbagai pengalaman menangani urusan hubungan RI dengan negara-negara lain sebagai diplomat setelah bergabung menjadi PNS di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sejak 1986. Rupanya, keinginan jadi diplomat ini sudah tumbuh sejak sekolah.
Perempuan yang lahir dengan nama Retno Lestari Priansari ini menuturkan, inspirasi untuk menjadi diplomat tumbuh sejak SMA saat menonton tayangan di televisi. Rangkaian berita menunjukkan bagaimana diplomat dapat berperan penting, termasuk dalam menjaga perdamaian.
"Saya lihat TV. TV dulu itu cuma ada TVRI (Televisi Republik Indonesia). Jam 9 itu ada 'Dunia dalam Berita'. Saya lihat para diplomat negosiasi, kemudian pakai jas. Jadi dari kekaguman seorang anak kecil terhadap apa yang dia lihat di TV itu menjadikan dia memiliki cita-cita. 'Oh banyak ya yang bisa dilakukan oleh diplomat, terutama adalah untuk menjaga perdamaian'," tutur perempuan kelahiran Semarang, 27 November 1962 ini.
Hal tersebut ia sampaikan di sela peresmian beasiswa pascasarjana Jardine Foundation & Universitas Gadjah Mada di Mandarin Oriental Hotel, Senin (31/8/2026), ditulis Rabu (2/9/2026).
Retno mengakui diplomat saat itu belum banyak dikenal orang-orang di sekitarnya, tidak seperti profesi dokter atau tentara. Namun, ia menguatkan tekad untuk meraih cita-cita ini.
"I wanted to be a diplomat. Jadi dari situ kemudian saya mencoba untuk menggambar, merencanakan perjalanan yang harus saya tempuh itu seperti apa," tuturnya.
Untuk menjadi diplomat, Retno pun berencana menempuh pendidikan tinggi di bidang ilmu hubungan internasional. Ia bersyukur karena orang tuanya mendukung usahanya lewat pendidikan dan memperlakukan anak perempuan dengan laki-laki secara setara.
"Orang tua saya menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Tanpa pendidikan, saya tidak akan mampu meraih impian saya sebagai diplomat," tutur anak guru dan tenaga kependidikan ini.