"Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar kebutuhan masyarakat dan aktivitas sehari-hari dapat tetap terpenuhi," kata Ahad dalam keterangannya.
"Dalam kondisi tertentu, kami melakukan penyesuaian distribusi secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi stok dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Pengaturan ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga agar penyaluran tetap berjalan dan pasokan dapat terdistribusi secara merata," sambungnya.
Pertamina terus memantau kebutuhan BBM di wilayah Malang Raya. Berdasarkan evaluasi penyaluran bulan-bulan sebelumnya, kebutuhan Pertalite meningkat sekitar 6% dan Biosolar 15%, yang tim redaksi lain dipengaruhi musim panen tebu serta meningkatnya aktivitas pariwisata pada periode liburan.
Sebagai bagian dari pengendalian distribusi, sejak sekitar dua hari terakhir telah dilakukan penyesuaian penyaluran Pertalite dari Fuel Terminal (FT) Malang. Kebijakan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi stok di titik suplai, sehingga volume penyaluran disesuaikan dengan ketersediaan yang ada.
"Kami terus melakukan monitoring secara intensif dan akan menyesuaikan pola penyaluran berdasarkan perkembangan stok serta kebutuhan masyarakat. Prinsipnya, Pertamina tetap berupaya menjaga kelancaran distribusi dengan mengedepankan pemerataan pasokan dan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat," tambah Ahad.
Pertamina juga mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan panic buying. Masyarakat diharapkan bisa menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijaksana dan tidak langsung menyebarluaskan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya karena bisa memicu antrean yang tidak diperlukan.