Menurut Ratu, abu tetap dapat masuk ke dalam rumah meski pintu dan jendela telah ditutup. Ia menduga debu masuk melalui ventilasi.
"Udah tutup jendela sama pintu juga kan tetap masuk ya itu debu. Karena masuk ke ventilasi jendela," katanya.
Kondisi cuaca di wilayah tersebut juga disebut terlihat lebih mendung meski matahari masih bersinar. Ratu menduga kondisi itu berkaitan dengan keberadaan asap dan abu vulkanik.
"Cuaca juga kan jadi mendung ya padahal ada matahari, mungkin dampak dari asap abu itu," tuturnya.
Selain dampak abu vulkanik, Ratu mengatakan sebagian masyarakat di wilayahnya telah mengungsi sejak Jumat. Getaran yang cukup kuat membuat warga merasa takut dan kembali teringat pada pengalaman tsunami pada 2018.
"Masyarakat di sini sebagian sudah mengungsikan diri dari Jumat. Getaran yang kencang bikin warga ketakutan, trauma tsunami 2018," katanya.