NADIKABAR.COM — Pagelaran Gandrung Sewu 2026 mencetak sejarah baru sejak digelar pada tahun 2012 lalu dengan menampilkan aksi drone fireworks yang memadukan seni tari tradisi serta teknologi pertunjukan dalam balutan glow in the dark. Gandrung Sewu tahun ini turut mendapat dukungan dari Injourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menilai inovasi pertunjukan malam hari serta atraksi teknologi modern ini menjadi momen penting bagi promosi pariwisata daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi budaya berkelas dunia.
"Ini luar biasa, karena pertama kali diadakan di malam hari, dan juga pertama kali Glow in the Dark. Drone fireworks ini pertama kali di Indonesia. Kita ingin menarasikan Banyuwangi di mata Indonesia dan dunia," ujar Maya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).
Maya mengatakan ide konsep malam hari muncul saat melakukan site visit ke lokasi acara. Pihaknya melihat potensi luar biasa dari tempat dan para penari, sehingga dipadukan dengan konsep yang memperkuat suasana magis pertunjukan.
"Kami rasa Gandrung Sewu cocok kalau diadakan di malam hari dengan konsep Glow in The Dark," tuturnya.
Sejalan dengan program perusahaan, Maya memastikan InJourney siap untuk kembali mendukung penyelenggaraan Gandrung Sewu di tahun berikutnya.
"Pastinya InJourney siap mendukung. Karena di InJourney memiliki program InJourney Peduli Budaya, dan ini adalah inisiatif kami mempreservasi budaya-budaya Indonesia," ungkapnya.
Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang digelar di Pantai Boom, Marina, Sabtu (24/10) ini, mendapat sambutan yang luar biasa. Meskipun digelar pada malam hari, lokasi pertunjukan kolosal yang telah memasuki tahun ke-14 tersebut telah dipenuhi oleh ribuan penonton dari berbagai kota di Indonesia sejak siang hari.
Bahkan hingga menjelang pagelaran, jalan menuju ke Pantai Boom dipadati ribuan orang yang hendak menyaksikan langsung. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dan tamu undangan lainnya bahkan harus berjalan kaki menuju venue Gandrung Sewu.
Tidak hanya itu, pengisi acara seperti artis Kunto Aji dan Project Pop juga terjebak kepadatan dan harus rela berjalan kaki. Sekitar 200 ribu orang turut menonton Gandrung Sewu secara live di chanel youtube resmi Pemkab Banyuwangi.
Melihat antusiasme tersebut, Ipuk mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Gandrung Sewu 2026.
"Terimakasih kepada InJourney, Pelindo, dan semua yang sudah membantu terselenggaranya Gandrung Sewu 2026. Khususnya para penari, pelatih, seniman, budayawan dan semuanya yang berkontribusi dalam kegiatan Gandrung Sewu ini," tutur Ipuk.
Ipuk juga memohon maaf kepada seluruh warga yang sudah datang dan belum semuanya bisa masuk ke dalam arena dan menyaksikan secara langsung. Menurutnya, antusiasme yang begitu tinggi ini menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Banyuwangi.
"Kami berterima kasih atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap Gandrung Sewu. Antusiasme yang begitu tinggi ini, menjadi bahan evaluasi kami agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Sekali lagi, kami mohon maaf pada warga yang tidak bisa menyaksikan Gandrung Sewu di lokasi karena penonton yang mencapai puluhan ribu," pungkasnya.