Proyek yang mencakup area seluas 700.000 meter persegi itu membutuhkan investasi sebesar 5 miliar yuan atau sekitar Rp13.4 triliun.

Fasilitas tersebut, direncanakan mulai beroperasi pada 2027 dan ditargetkan mencapai kapasitas produksi 25 GWh dalam tiga tahun.

Produksinya, dikabarkan bakal memanfaatkan teknologi baterai generasi terbaru CATL untuk memenuhi kebutuhan kendaraan energi baru Changan.

Selain meningkatkan pasokan baterai, ekspansi ini diperkirakan menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 10 miliar yuan atau sekitar 1,5 miliar dolar AS.

Proyek tersebut juga diproyeksikan menciptakan 2.500 lapangan kerja dan menyumbang penerimaan pajak sebesar 300 juta yuan bagi pemerintah setempat.