Penguatan kemitraan itu berlangsung ketika Changan, menghadapi tekanan untuk meningkatkan profitabilitas.

Media otomotif China, ZAKER News, melaporkan bahwa produsen kendaraan yang berbasis di Chongqing tersebut hanya menghasilkan keuntungan sekitar 68 yuan.

Melalui integrasi produksi baterai, Changan berpeluang menekan biaya pengadaan komponen yang menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam pembuatan kendaraan listrik.

Di luar ekspansi kapasitas, Changan dan CATL juga akan menjajaki pengembangan baterai solid-state dan sel ion natrium.

Langkah tersebut menempatkan pengembangan teknologi penyimpanan energi, sebagai bagian dari strategi jangka panjang kedua perusahaan.