"Terus yang kedua dia pernah chat juga katanya di Surabaya. Cuma kan kata dia kata si almarhum di Surabaya itu ya dia chat 'Tolong jemput saya, tapi jangan bilang siapa-siapa.' Cuma kan enggak jadi karena si pelaku ini ngajak istrinya gitu," terangnya.
Namun, Bagus saat itu menyampaikan ke keluarga Dini bahwa dirinya tidak jadi pergi ke Surabaya. Selain itu, Rismono menyadari Bagus kerap menyampaikan perkataan yang berbeda-beda dari sebelumnya.
"Tapi omongan keterangan dia juga udah curiga, nggak mungkin kan. Karena kan ngomongnya itu kan udah nggak jelas ke mana-mana ya, simpang siur kan dari omongan dia gitu," imbuhnya.
Dini Hardiyanti (30) dan Anaknya, AGEF (4) dilaporkan hilang pada 20 September 2026 lalu. Belakangan terungkap, ternyata Dini dan anaknya dibunuh Dwi Bagus di salah satu hotel di Kota Madiun.