NADIKABAR.COM — Kementerian Luar Negeri China membantah soal adanya "mata-mata" yang dikirim untuk mendekati anak dari pemimpin Taiwan, Lai Ching-te, seperti yang disebutkan oleh agen investigasi federal Amerika Serikat, FBI.

"China menentang upaya memfitnah China dengan menjajakan apa yang disebut sebagai narasi 'mata-mata China'," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun dalam keterangan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses pada Rabu.

FBI, Minggu (4/10), menangkap seorang perempuan yang bekerja sebagai agen properti asal California saat ia bersiap terbang ke China dengan tuduhan ia diam-diam bekerja untuk Tiongkok guna memantau keluarga presiden Taiwan yang berada di AS.

FBI dan jaksa federal menduga perempuan bernama Wanying Zhang itu memantau rumah putra pemimpin Taiwan, Ting-Yu Lai, mengirimkan foto, video, dan informasi pelat nomor kendaraan milik sang putra kepada seorang pejabat pemerintah China.