NADIKABAR.COM — China memberikan reaksi keras terhadap langkah Amerika Serikat (AS) melarang maskapai penerbangan Iran untuk beroperasi di seluruh dunia mulai 23 September. Otoritas Beijing secara terang-terangan menentang langkah Washington dan menyebutnya sebagai "sanksi sepihak ilegal".
China, yang merupakan mitra ekonomi utama dan pendukung diplomatik Iran, seperti dilansir AFP, Selasa (22/9/2026), mengecam langkah AS itu tidak memiliki dasar hukum internasional.
"China secara konsisten menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar hukum internasional atau otorisasi dari Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing.
Kecaman China ini disampaikan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa "seluruh maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasionalnya di seluruh dunia" mulai 23 September.
Bessent memperingatkan bahwa maskapai-maskapai Teheran akan kesulitan beroperasi secara global akibat sanksi Amerika.
Belum ada tanggapan langsung dari otoritas Iran terhadap pernyataan Bessent tersebut.
Langkah tersebut diumumkan Bessent seiring tekad pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk semakin meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran saat perang berlarut-larut.
Dalam pernyataannya, Bessent memperingatkan bahwa pusat-pusat penerbangan internasional yang melayani pesawat-pesawat maskapai Iran akan menghadapi pengucilan total dari sistem perbankan Amerika.
Dia juga memperingatkan bahwa operator asing tidak dapat mengisi bahan bakar pesawat Iran, atau menyediakan fasilitas pendaratan, atau menjual tiket kepada Teheran, tanpa mempertaruhkan akses mereka terhadap layanan kliring dolar Amerika.
Kritikan Beijing itu disampaikan tepat sebelum digelarnya pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan pada Kamis (24/9) mendatang di Washington DC. Isu Iran diperkirakan akan menjadi salah satu topik pembicaraan kedua pemimpin.