NADIKABAR.COM — Pusat Penelitian Keilmuan dan Pelatihan Astronautika China (ACC) menyatakan pihaknya terus memajukan pengembangan baju antariksa, yang sejauh ini berjalan dengan baik, demi mewujudkan misi pendaratan pesawat berawak di bulan pada 2030.
Dalam sebuah konferensi teknik medis dirgantara di Tianjin, China, Sabtu (19/9), pakar dari ACC Zhang Wanxin melaporkan pengembangan baju antariksa bernama Wangyu --berarti "menatap ke alam semesta"-- berjalan mulus, dengan sejumlah teknologi kunci telah terpasang.
Sejak dikembangkan pada 2020, pengembangan Wangyu selalu difokuskan untuk memenuhi tuntutan tinggi beroperasi di permukaan bulan yang kompleks serta tantangan lingkungan ekstrem.
Zhang mengatakan Wangyu dirancang agar ringan, ringkas, efisien, dan aman.
Selain pengembangan baju antariksa, China juga mendorong riset kesehatan antariksawan mereka, salah satunya penuntasan percobaan tirah baring "Dixing-3" untuk mengatasi tantangan fisiologis selama berada di antariksa dalam jangka panjang serta menjalani misi pendaratan berawak di bulan.
Menurut pakar ACC lainnya, Qu Lina, percobaan dimulai sejak Mei tahun ini. Para sukarelawan dibagi ke dalam beberapa grup dan menghabiskan 15 atau 30 hari berbaring di tempat tidur.
Selama percobaan, mereka diminta melakukan seluruh kegiatan sehari-hari sembari berbaring di tempat tidur, seperti makan, membersihkan diri, tidur, maupun buang air kecil dan besar.
Hasilnya menunjukkan percobaan tersebut secara efektif melindungi tulang, otot, dan sistem kardiovaskular manusia, serta memberikan dukungan teknis bagi misi tinggal jangka panjang di antariksa maupun pendaratan berawak di bulan.