NADIKABAR.COM — China berencana merampungkan peta geologi generasi terbaru Mars pada akhir 2028 dengan tujuan merekonstruksi sejarah keberadaan air di Planet Merah itu serta memperkenalkan sistem pembagian waktu geologis Mars versi China.

Akademisi Ilmu Pengetahuan China sekaligus kepala ilmuwan misi pemulangan sampel Mars Tianwen-3, Hou Zengqian, mengungkapkan rencana tersebut dalam sebuah simposium di Institut Geologi di bawah Akademi Ilmu Geologi China, Senin (28/9).

Wahana penjelajah (rover) Zhurong, yang sudah didaratkan China di Mars pada 2021 sebagai bagian dari misi Tianwen-1, telah memberikan petunjuk baru tentang sejarah air di planet tersebut yakni tentang keberadaan samudra purba sangat luas sekira 3,5 miliar tahun silam serta banjir singkat yang kemungkinan berlangsung sekira 1,6 miliar tahun silam.

Temuan tersebut membantu melengkapi rangkaian bukti mengenai evolusi iklim Mars purba dan akan dimasukkan ke dalam peta baru tersebut. Berdasarkan hal itu, peta baru akan memuat sistem pembagian waktu geologi Mars yang dikembangkan China.

Saat ini, pembagian waktu geologi Mars mencakup periode Noachian, Hesperian, dan Amazonian, yang ditentukan berdasarkan kepadatan kawah yang terlihat, bukan berdasarkan penanggalan absolut. China bertujuan menjadikan sistem baru tersebut sebagai konsensus internasional, kata Hou.

Proyek itu terutama akan memanfaatkan data dari Tianwen-1, dilengkapi dengan data wahana Mars dari Amerika Serikat dan ESA (Badan Antariksa Eropa), yang memungkinkan integrasi data orbital dan berbasis darat. Dengan menggabungkan citra, spektrum, radar, gravitasi, dan pembacaan magnetik, sebuah basis data global akan disusun dan menghubungkan beberapa medan fisik planet tersebut.

Kecerdasan buatan (AI) akan menjadi inti dari interpretasi data itu. Keahlian para pakar geologi akan disematkan dalam model besar melalui mesin aturan untuk menjaga agar hasilnya dapat dijelaskan, sementara teknik perhatian multiskala akan membantu membentuk ekstraksi fitur progresif dari identifikasi mineral setempat hingga pembagian unit tektonik global.

Hasil pekerjaan yang ditargetkan rampung pada akhir 2028 itu mencakup peta geologi Mars berskala 1:5 juta, peta kawasan pendaratan berskala 1:50.000, dan serangkaian atlas tematik. Proyek ini juga akan menghasilkan peta geologi Mars cerdas pertama di dunia dan menyediakan templat untuk pemetaan Bulan, Venus, dan asteroid di masa mendatang.

Direktur Institut Geologi Akademi Ilmu Geologi China, Yang Zhiming, menegaskan pemetaan geologi telah menjadi salah satu tugas utama lembaga tersebut lama 70 tahun.

Selama periode itu, pemetaan yang dilakukan lembaga tersebut telah berkembang dari peta regional dan nasional hingga mencakup Bulan dan kini Mars. Menurutnya, pekerjaan tersebut telah memberikan landasan ilmiah bagi program eksplorasi planet China untuk menentukan ke mana harus pergi, apa yang harus dieksplorasi, dan mengapa hal itu perlu dilakukan.