"Jangan panik, jangan melihat ke atas untuk memastikan ada atau tidak abu vulkanik. Takutnya ada sesuatu yang malah berbahaya," katanya.

Selain mengacu pada informasi BMKG, BPBD Ciamis juga melakukan pemantauan secara manual. Ani mengaku mengecek kondisi di sekitar rumahnya untuk memastikan ada tidaknya partikel abu.

"Saya simpan mobil di luar, kaca juga saya simpan di luar tadi malam. Tadi pagi masih tetap tidak ada abu," ucapnya.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan adanya partikel berterbangan di wilayah Pamarican, Ciamis. Dalam video tersebut, partikel terlihat ketika disorot menggunakan cahaya senter dan kemudian disebut-sebut sebagai abu vulkanik.

Ani mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah partikel yang terlihat dalam video tersebut merupakan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.

"Saya juga belum tahu apakah video tersebut memang pada malam hari tadi atau kapan," katanya.

Menurut Ani, masih ada kemungkinan partikel tersebut berasal dari sumber lain. Ia menyebut sebelumnya sempat terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Pamarican.

"Saya tidak tahu partikelnya seperti apa karena banyak kemungkinan. Bisa saja, karena kemarin ada juga di Pamarican kebakaran hutan atau karhutla. Jadi saya tidak tahu dan belum yakin kalau itu abu," ujarnya.

Ia menegaskan, informasi mengenai arah pergerakan angin sepenuhnya mengacu pada pembaruan BMKG. Informasi tersebut juga dapat berubah karena kondisi atmosfer terus bergerak.

"Kita tidak tahu karena yang menetapkan itu BMKG. Nanti setiap enam jam sekali BMKG melakukan update," kata Ani.