Dana murah atau current account and savings account (CASA) tercatat tumbuh 4,4 persen secara tahunan menjadi Rp197 triliun, dengan rasio CASA mencapai 72 persen dari total DPK.

Adapun total aset konsolidasian CIMB Niaga tercatat sebesar Rp384,8 triliun per 30 September 2026, atau tumbuh 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan laba sebelum pajak konsolidasian sebesar Rp5,8 triliun dan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) sebesar Rp8,2 triliun.

Sementara itu, pendapatan nonbunga tumbuh 7,8 persen (yoy).

"Meskipun profitabilitas menghadapi tantangan karena tekanan margin bunga dan peningkatan pencadangan sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit, kami tetap mampu menjaga kondisi keuangan yang solid," terang Lani.

Meski demikian, Lani mengatakan kondisi permodalan dan likuiditas perseroan tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 23,7 persen dan rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) sebesar 87,7 persen.