NADIKABAR.COM — NPD atau Narcissistic Personality Disorder adalah kondisi mental yang memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri dan berhubungan dengan orang lain.

NPD berarti seseorang mempunyai kebutuhan berlebihan untuk membuat orang lain terkesan. Kebutuhan tersebut bisa cukup kuat untuk mendorong perilaku berbahaya yang berdampak negatif pada diri sendiri atau orang sekitar.

Meski umumnya narsisme dikaitkan dengan penampilan, NPD bukan hanya tentang penampilan fisik. Gangguan ini juga bisa melibatkan sifat atau kemampuan lain yang dimiliki, seperti kecerdasan, karisma, kekayaan, kekuasaan, dan lain sebagainya.

Gejala NPD berpusat pada pikiran, perasaan, dan tindakan. Berdasarkan Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental edisi kelima atau Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM) dari American Psychiatric Association, ada sembilan kriteria NPD.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, untuk sebagian orang, gejala yang termasuk dalam kriteria tersebut dapat tampak seperti berikut:

Selain itu, orang dengan NPD mungkin juga menunjukkan perilaku lain yang terkait dengan sembilan kriteria tersebut, seperti:

Para ahli percaya bahwa kombinasi genetik yang mengalami NPD, serta pengalaman masa kecil tertentu mungkin menjadi faktor kunci yang menyebabkan kondisi tersebut.

Dikutip dari laman Harvard Health, pengalaman masa kanak-kanak yang dianggap berkontribusi pada NPD meliputi:

Pengobatan untuk NPD biasanya melibatkan psikoterapi (terapi bicara) dengan seorang profesional kesehatan mental. Bentuk terapi ini bisa dilakukan secara individual atau bersama pasangan atau keluarga. Terapi tersebut bisa membantu seseorang berhubungan dengan orang lain dengan cara yang lebih positif.

Tidak ada obat yang secara langsung mengobati NPD, tetapi obat-obatan bisa mengobati gejala yang terjadi pada kondisi terkait, seperti kecemasan atau depresi. Beberapa obat yang bisa membantu mengatasi gejala terkait NPD meliputi antidepresan dan antipsikotik.

Untuk melindungi kesehatan mental diri, dikutip dari laman Counceling Centre Group berikut beberapa cara atau strategi yang bisa dilakukan ketika menghadapi orang dengan NPD atau narsisis.

Penting untuk menetapkan batasan saat berurusan dengan orang dengan NPD. Jelaskan perilaku apa saja yang tidak dapat ditoleransi. Komunikasikan batasan-batasan ini dengan tegas, tetapi tetap tenang.

Hal tersebut dapat membantu memberikan rasa nyaman dalam berinteraksi dengan orang dengan NPD.

Orang dengan NPD sering kali menikmati reaksi emosional. Tetap tenang dan tidak terlibat secara emosional saat berinteraksi dengan orang dengan NPD dapat mencegah mereka mendapatkan kepuasan dari reaksi tersebut.

Bukan berarti menekan emosi sepenuhnya, tetapi lebih kepada memprosesnya dengan cara yang sehat.

Metode Gray Rock melibatkan upaya untuk membuat diri sebisa mungkin tidak reaktif saat berinteraksi dengan orang dengan NPD. Ketika mereka memprovokasi, berikan respons singkat, tenang, dan berdasarkan fakta.

Cara ini dapat membantu mengurangi perilaku manipulatif karena interaksi tersebut menjadi kurang menguntungkan bagi mereka.

Jangan mencoba menangani semuanya sendiri. Mintalah dukungan dari teman, anggota keluarga, atau terapis yang dipercaya.

Orang dengan NPD sering menikmati perdebatan dan argumen sebagai cara untuk menunjukkan dominasi. Hindari terlibat dalam konflik tersebut. Anda tidak perlu membuktikan diri kepada mereka atau mendapatkan persetujuan mereka. Hindari konfrontasi langsung karena hal ini dapat memperburuk situasi.