Rodri membandingkan vonis serupa dari UEFA pada 2020 yang mencoret City dari ajang kompetisi Eropa selama dua tahun. Tapi, hukuman itu dibatalkan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) lima bulan kemudian.
"Kami sudah merasakan hal serupa pada 2020, proses penyelidikannya sama, meski dengan tuduhan berbeda, cuma itu yang berubah. Klub selalu berkomunikasi dengan baik secara tenang, memastikan tidak ada yang dilanggar dan tidak bersalah," ujar Rodri seperti dikutip The Athletic.
"Kami percaya dengan klub dan bahkan mereka langsung membantah ketika pertama kali divonis bersalah. Semoga saja ada keadilan, apapun yang terjadi, tapi saya percaya dengan kekebalan hukum klub. Mereka meminta kami (pemain) tetap santai, karena mereka akan membereskan itu," sambung pemain yang memperkuat City sejak 2019 itu.