Film ini bercerita tentang Jonas Prakoso, seorang calon gubernur yang terbiasa membangun citra dan menjaga setiap kata yang keluar dari mulutnya.

Namun, kutukan dari neneknya membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong, kehilangan filter saat berbicara.

Kondisi itu berdampak pada kegiatan kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga, dan kehidupan pribadi Jonas.