NADIKABAR.COM — Inovasi kecerdasan artifisial (AI) ternyata bisa membobol sistem perusahaan kecerdasan artifisial lainnya dan hal itu baru-baru ini terjadi setelah beberapa peneliti keamanan independen mencoba hal tersebut.
Dalam laporan TechCrunch, Jumat (18/9), dilaporkan sekelompok peneliti keamanan independen telah memanfaatkan AI buatan Anthropic yaitu Claude untuk membobol sistem milik OpenAI yang dikenal mempopulerkan tren AI lewat ChatGPT.
The Wall Street Journal menjadi yang pertama melaporkan ini dan menyebut para peneliti itu beranggotakan tiga orang berasal perusahaan rintisan bernama Hacktron AI.
Serangan Claude ke sistem OpenAI oleh Hacktron AI dilakukan sebagai bagian dari program berhadiah untuk penemuan celah keamanan (bug bounty) OpenAI.
Hacktron selanjutnya melaporkan temuan mereka kepada OpenAI, dan mendapatkan apresiasi sebesar 6.500 dolar AS (sekitar Rp115 jutaan).
Hal ini menarik karena saat ini terdapat krisis kepercayaan terhadap perusahaan-perusahaan AI terutama terkait dengan keamanan siber.
Lebih lanjut, terkait dengan serangan Claude yang dirancang Hacktron AI ke sistem OpenAI ternyata mereka berhasil menggabungkan dua kerentanan kritis untuk mendapatkan akses ke beberapa akun ChatGPT karyawan OpenAI.
Kerentanan itu memberi mereka akses ke perangkat lunak perusahaan.