NADIKABAR.COM — Clayface menuai pujian kritikus yang menyoroti adegan body horor brutal hingga kisah tragis karakter utamanya. Film DC tersebut dinilai berhasil memadukan unsur horor dan romansa dengan visual mengerikan.
Film yang dijadwalkan tayang mulai 21 Oktober ini mendapat sambutan positif dari sejumlah kritikus dan jurnalis yang berkesempatan menyaksikan lebih dulu film ketiga yang dirilis di bioskop dalam semesta DC Universe (DCU) baru besutan James Gunn dan Peter Safran ini.''
Variety pada 14 Oktober merangkum sejumlah komentar yang diberikan para kritikus. Salah satunya dari kritikus Peter Gray yang menilai nuansa komik dalam Clayface tidak mengurangi kebrutalan film tersebut. Ia juga memuji penampilan Tom Rhys Harries sebagai karakter utama.
"Clayface memiliki nuansa komik, tetapi teatrikalitasnya tidak mengurangi kebrutalannya! Gelap, penuh kekerasan, dengan sedikit kelucuan untuk mengimbangi sisi mengerikannya," tulis Peter.
"Film ini menjadi tambahan menarik bagi DCU garapan Gunn. Tom Rhys Harries menghadirkan pesona kekanak-kanakan sekaligus ancaman yang tenang dalam perannya," sambungnya.
Berbeda dari film superhero pada umumnya, Clayface mengangkat kisah asal-usul Matt Hagen yang diperankan Tom Rhys Harries, aktor Hollywood yang berubah jadi sosok Clayface mengerikan setelah menjalani perawatan eksperimental.
Clayface sendiri merupakan salah satu musuh Batman dari Gotham City dalam komik DC yang memiliki kemampuan mengubah bentuk tubuh dan wajahnya.
Kritikus Brandon Davis turut memuji film tersebut, terutama cara sutradara James Watkins mengeksplorasi kemampuan Clayface. Ia menyebut film itu menghadirkan momen-momen mengerikan dengan gagasan yang tidak biasa.