"Kami diberi tahu oleh pihak hotel untuk tidak datang ke sini (Colosseum) pada malam hari, jadi kami menghindari kawasan ini," ungkapnya.
Masalah keamanan itu muncul di tengah investasi besar Roma untuk membenahi infrastruktur kota terutama pembangunan stasiun metro Colosseum yang dibuka pada Desember 2025 sebagai bagian dari proyek pengembangan jaringan kereta bawah tanah senilai USD 8,3 miliar (Rp 146 triliun).
Pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan di Roma, Lamberto Giannini, menyebut stasiun metro baru itu sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya insiden. Stasiun tersebut juga menjadi akses bagi kelompok anak muda terpinggirkan menuju pusat bersejarah Roma untuk menyasar wisatawan dan warga.
Aturan zona merah diterapkan karena pengamanan sebelumnya belum cukup mengatasi situasi darurat ketertiban umum di kawasan sensitif. Pemerintah Roma juga menegaskan akan mengevaluasi dampak kebijakan itu lewat laporan yang terbit September ini.