Keputusan ini diambil atas permintaan Lula, yang melaporkan bahwa layanan bus di berbagai kota telah dihentikan, sehingga menghalangi warga untuk memberikan suara.

Flavio Bolsonaro juga sempat meminta perpanjangan waktu di beberapa wilayah akibat hujan deras, namun kubunya mengecam keras keputusan perpanjangan waktu yang diberlakukan secara nasional tersebut.

"Entah kita menang, atau kita menang. Anggap saja ini peringatan," tulis Nikolas Ferreira, seorang legislator pendukung Bolsonaro, di platform X saat penghitungan suara berlangsung.

Kampanye yang sengit ini mengungkap perpecahan mendalam di negara berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa tersebut. Seorang warga Brasil Aurelio Junior (45) mengaku aneh dengan perpanjangan waktu pemilu tersebut.

"Ini memalukan. Belum pernah ada kejadian seperti ini di Brasil, dan sekarang mereka malah mencetuskan ide untuk memperpanjang waktu pemilihan selama dua jam," ujar Aurelio Junior, seorang dokter gigi di Brasil.