Meski atmosfer perayaan begitu kental, Fabregas meminta anak asuhnya tetap membumi. Ia sadar betul bahwa tim debutan sering kali kesulitan mengontrol emosi di laga perdana Liga Champions, apalagi lawan yang dihadapi adalah RB Leipzig yang memiliki jam terbang tinggi di Eropa.

Fabregas menuntut para pemainnya untuk memperlakukan laga ini layaknya pertandingan liga biasa yang wajib dimenangi.

"Laga besok sama saja seperti lainnya, kami harus menang, seperti di laga-laga lainnya. Saya mengerti klub dan kota ini begitu emosional, tapi kami harus mengingat juga bahwa besok cuma pertandingan sepakbola," ujar Fabregas seperti dikutip Football Italia.

Bagi juru taktik asal Spanyol tersebut, duel melawan Leipzig merupakan tolok ukur sejauh mana Como mampu bersaing dengan tim-tim elite Benua Biru. Ia ingin membuktikan bahwa Como berada di Liga Champions karena kualitas, bukan sekadar keberuntungan.