Namun, Jesus justru menegaskan kalau dirinya adalah pemegang kendali. Jesus sendiri yang menentukan siapa-siapa saja yang akan main.
"Kesepakatannya sederhana, pelatih akan memulai konferensi pers dengan membahas topik ini, berupaya menuntaskan masalah tersebut dengan mengungkapkan kebenaran," tulis Ronaldo.
"Konferensi itu berlangsung persis seperti dugaanku, sikap yang ditunjukkan sama sekali berbeda dengan saat pertemuan kami sebelumnya. Aku mendengar kata-kata dan nada agresif yang menurutku tidak pada tempatnya," ungkapnya.
Cristiano Ronaldo tegaskan, dirinya sudah siap pergi memang jika tidak dibutuhkan lagi oleh Timnas Portugal. Selama ini, Ronaldo mengaku dirinya selalu diminta untuk main.