"Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, seperti penurunan ketersediaan air bersih, kekeringan pada lahan pertanian, serta potensi peningkatan titik panas (hotspot) yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," tuturnya.

Suaidi juga mengingatkan warga agar memanfaatkan air bersih secara bijak.

"Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan air bersih, menghindari aktivitas pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan, serta menjaga kesehatan tubuh dari paparan debu dan suhu panas ekstrem," pungkasnya.