Akibat kondisinya yang terus memburuk hingga sempat mengalami penurunan kesadaran, Krismas akhirnya harus dirujuk ke RS Haji Medan pada Kamis (13/8/2026) untuk mendapatkan perawatan intensif.
Selama masa pemulihan di RS Haji Medan, rasa trauma yang dialami Krismas bahkan sempat terpicu oleh makanan rumah sakit. Winda menyebut adiknya merasa takut saat melihat sajian tahu, yang coincidentally menjadi salah satu komponen menu MBG saat insiden keracunan terjadi.
"Dia sempat juga trauma, kan pas kejadian itu ada menu tahu di MBG-nya. Jadi pas makan siang di sini ada menu tahu juga, dia sempat takut dan bilang 'nggak mau aku tahu, waktu itu nggak enak'," ungkap Winda.
Melihat kondisi yang menimpa adiknya, Winda berharap insiden serupa tidak terulang kembali pada siswa lainnya. Ia mengimbau pihak penyelenggara atau penyedia jasa makanan (SPPG) untuk lebih ketat dalam menjaga higienitas dan kebersihan makanan.
"Program ini sebenarnya bagus, cuma cara pengerjaannya aja yang harus diperhatikan kebersihannya," pungkasnya.