NADIKABAR.COM — Grup band Dadali tetap menjalani pekerjaan, meski harus menghadapi kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Demi tampil di sebuah acara di Barito, para personel Dadali bahkan harus menempuh perjalanan darat selama berjam-jam.
Diceritakan sang vokalis Dyrga, perjalanan Dadali menuju lokasi manggung memang tak mudah. Pesawat yang mereka tumpangi tak bisa mendarat di Palangkaraya karena kondisi asap yang pekat. Alhasil, penerbangan mereka dialihkan ke Banjarmasin.
Dari Banjarmasin, perjalanan dilanjutkan menggunakan jalur darat menuju Barito. Vokalis Dadali, Dyrga, menyebut perjalanan tersebut memakan waktu sekitar delapan jam sekali jalan.
"Iya, harus tetap profesional. Karena kita pun tahu perjalanan kita pun gak bisa turun di Palangkaraya karena asapnya itu tebal, jadi kita dialihkan ke Banjarmasin. Dari Banjarmasin kita ke Barito itu darat 8 jam perjalanan satu balik. Bolak-balik sudah 16 jam ngelewatin perjalanan numpuk. Parah, 11 jam doang gitu," kata Dyrga Dadali ditemui di Studio Pagi-Pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2026).