"Aku itu dari dulu pengin banget selalu mencoba berdampak di dunia lari, di hal lain dekat dengan aku," tuturnya.
"Di dunia lari, jadi sebisa mungkin aku pengin giveback terhadap dunia lari yang sudah banyak memberikan terhadap diri aku sendiri," lanjutnya.
Daffa mengakui masih ada tantangan ketika membicarakan thalassemia kepada masyarakat luas. Menurutnya, masih banyak misinformasi mengenai kondisi tersebut.
"Orang itu lebih aware terhadap leukemia, kekurangan sel darah putih. Nah, di sini kan kelainannya sel darah merah. Dan di situlah banyak misinformasi. Aku pun dulu juga nggak tahu dulunya, makanya coba kita suarakan," katanya.
Gerakan tersebut mendapat dukungan dari sang bunda, Marini Zumarnis. Ia melihat donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap para penyintas thalassemia.
"Donor darah di sini buat saya bukan cuma memberikan darah, tapi itu merupakan bentuk kepedulian dan harapan juga bagi para penyintas Thalassemia," ujarnya.