NADIKABAR.COM — Kandidat 10 besar DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Teknologi Kesehatan telah dipilih oleh panitia. Berbagai inovasi dilakukan kandidat di bidang kesehatan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
DPD RI menjelaskan penghargaan ini akan diberikan kepada individu yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset, penemuan obat, hingga alat kesehatan. Para kandidat terdiri dari profesional hingga akademisi.
"Diberikan kepada individu, profesional atau akademisi yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, termasuk penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," demikian penjelasan DPD RI dalam laman resminya, seperti dilihat Jumat (25/9/2026).
Berikut ini nama 10 kandidat Inovator Teknologi Kesehatan yang diurutkan berdasarkan abjad:
1. Amal Rezka Putra2. Aslis Wirda Hayati3. Eka Lestari Mahyuni4. Ike Listiyowati5. Karisma Trinanda Putra6. Masteria Yunovilsa Putra7. Megi Riomandala8. Nur Arning Tengara Kasih9. Rini Khamimatul Ula10. Siti Nurmaini
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin memastikan proses DPD RI Awards bebas dari intervensi. Ketua DPD RI Sultan menilai banyak tokoh di daerah yang belum teperhatikan.
"Ini kami lakukan karena begitu banyak aspirasi yang masuk, begitu banyak potensi dari daerah local hero, local champion yang itu belum masuk radar," kata Sultan di acara DPD RI Awards 2025.
Sultan mengatakan acara ini digelar untuk menjaring para pahlawan di daerah yang selama ini belum tersorot. Ia menyebut acara ini juga merupakan aspirasi dari masyarakat daerah.
"Kami 152 anggota DPD yang kalau dikonversikan itu hampir 80 juta masyarakat daerah yang menitipkan amanah ke kami. Makanya melalui DPD Awards kita mau menjaring, lalu menemukan begitu banyak potensi yang belum terjaring, local hero, local champion. Orang daerah yang banyak berkontribusi berpartisipasi pada kemajuan daerah di bidang masing-masing tapi belum terpantau," jelas dia.
Sultan memastikan pimpinan DPD RI tidak bisa mengintervensi pemenang penghargaan ini. Ia menyebut para Dewan Pakar yang dilibatkan capable dan independen.
"Kategori nanti kita lihat, karena kami nggak boleh intervensi juga, ada bidang pariwisata, kebudayaan, perempuan dan anak, pendidikan, sosial, banyak lah pokoknya. Melibatkan juri-juri yang capable, independen dan transparansi. Pimpinan juga nggak bisa intervensi, sampai detik ini juga saya nggak tahu siapa yang jadi juara," ujar dia.